Minggu, 10 Maret 2019

「神様のいない日曜日」
Kamisama no inai nichiyoubi
(Konsep Tuhan Dalam Wujud Karangan Fiksi Animasi)


Bila kita membicarakan tentang kepercayaan atau sebuah agama yang dianut oleh manusia saat ini, memang masih banyak segudang rahasia dan menimbulkan sebuah prokontra itu tersendiri dalam manusia saat ini. Contoh sederhana nya adalah masyarakat di Jepang, negara tersebut agama tidak diijinkan untuk diangkat kedalam publik yang berarti negara tersebut tidak mencampuri yang dianut warga negaranya. Dari sikap tersebut muncul beberapa pertanyaan seperti, apakah di Jepang tidak sekolah yang berbasis agama? Apakah mereka tidak percaya adanya Tuhan?.

Salah satu karangan novel ringan karangan Kimihito Irie tersebut membahas sebuah konsep keberadaan tuhan menurut pemikiran fantasi dan sebuah rasa keinginan tahu yang besar dari sang pengarang tersebut.  Tidak tanggung-tangung buku tersebut menjadi pemenang untuk kategori cerita fantasi remaja pada tahun 2012, karya tersebut meledak pada awal tahun 2013 lalu dibuatlah versi manga (komik versi Jepang) dan tidak tanggng-tanggung pada bulan July 2013 mendapatkan adaptasi anime (animasi versi Jepang) sebanyak 12 episode. Namun di dalam karangan tersebut ada 7 buah kalimat yang betul-betul menyita perhatian.
·       Kalimat pertama, 神様は月曜日に世界を作った。Kamisama wa getsuyoubi ni sekai wo tsukutta, Tuhan menciptakan dunia pada hari Senin.

·         Kalimat kedua, 神様は火曜日に整頓と清純を極めた。Kamisama wa kayoubi ni seiton to seijun wo kiwameta, Tuhan memisahkan dengan tegas antara antara yang serba teratur dan serba berantakan.
·       Kalimat ketiga, 神様は水曜日に細々とした数値をいじくった。Kamisama wa suiyoubi ni komagoma toshita suuchi wo ijikutta, Tuhan mengklasifikasikan segala sesuatu dengan rinci pada hari Rabu.
·      Kalimat keempat, 神様は木曜日に時間が流れるのを許した。Kamisama wa mokuyoubi ni jikan ga nagareru no wo yurushita, Tuhan membiarkan waktu mengalir begitu saja pada hari Kamis.
·        Kalimat kelima, 神様は金曜日に世の偶々まで見た。Kamisama wa kinyoubi ni yo no tamatama made mita, Tuhan melihat hingga sudut-sudut belahan dunia pada hari Jumat.
·     Kalimat keenam 神様は土曜日に休んだ。Kamisama wa doyoubi ni yasunda, Tuhan beristirahat pada hari Sabtu
·       Kalimat ketujuh 神様は日曜日に…。Kamisama wa nichiyoubi ni..., Tuhan pada hari minggu..., Tuhan ada dimana dan melakukan apa, tidak diketahui, yang jelas tidak berada di tempatnya.
Masyarakat Jepang umumnya merupakan aliran agniostik, untuk masalah keesaan Tuhan, akan ada perbedaan yang sangat mencolok, bertanya tentang agama atau keyakinan apa yang dianutnya merupakan hal yang sangat tidak sopan bagi mereka yang tidak menganut agama apapun walau masih percaya adanya kekuatan besar di balik punggung manusia. Fakta yang terjadi sekarang ini jumlah pemeluk agama atau sebuah keyakinan di Jepang ini melebihi jumlah penduduknya. Beberapa orang memilih lebih dari satu agama atau keyakinan, salah satu akibatnya adalah dari tidak adanya pelajaran agama dalam kurikulum pendidikan semenjak menginjak bangku pendidikan. Sangat berbeda yang terjadi di Indonesia, sejak lahir orang sudah diajarkan untuk memeluk atau kepercayaan tertentu, karena dalam pandangan orang Indonesia orang hidup yang tidak memiliki agama itu merupakan sebuah hal yang tabu atau tidak wajar.

Keberadaan tuhan, sangat erat kaitannya dengan neraka, surga, dan dunia. Namun bagaimana masyrakat Jepang memaknainya?, salah satu pemuda tersebut memaknai nya sebagai berikut: “Surga dan Neraka itu ada, Hidup yang sesungguhnya dan dalam masa panjang adalah di dunia. Supaya masuk surge  dan terhindar dari neraka simpel saja caranya. Yaitu, hanya melakukan hal-hal yang tidak menyimpang dari aturan sosial masyarakat dimana dia hidup”.

4 komentar:

  1. ternyata begitu ya kakak, saya baru tau. makasih yaaaa pembahasannya sangat membantu untuk menambah wawasanku. hehe.

    BalasHapus
  2. Artikelnya menarik, jadi tau analogi orang jepang terhadap tuhan

    BalasHapus

「文部科学省」 Monbukagakusho (Impian Pelajar Asing Menuju Ke Jepang) Salah satu cara agar kamu bisa belajar di Jepang adalah dengan mem...